Tampilkan postingan dengan label Dunia Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Quotes Dosen-Dosen Fisika ITB (keren-keren nih gan!, Motivasi + Ngakak)

, by Unknown

Spoiler for Prof. Dr. Freddy Permana Zen:


Spoiler for 1:

"Kalau waktu kalian kepake buat organisasi,yang dikurangi nantinya bukan waktu belajar,tapi waktu tidur kalian!"


Spoiler for 2:

"Kemarin saya baca koran, ada orang yg meninggal gara2 narkoba,tapi Saya belum pernah dengar ada mahasiswa meninggal gara2 belajar"



Spoiler for 3:

"kita juga perlu masuk himpunan, perlu bersosialisasi, jangan hanya kuliah/belajar"


Spoiler for 4:

"Kalo kita membagikan ilmu kita ke orang lain maka ilmunya gak akan habis malah nambah"



Spoiler for 5:

"itu siapa yang nanya?! kalo nanya sama saya, jangan sama temen!"



Spoiler for 6:

"Kalau ga tau lebih baik anda tidur atau keluar dari ruangan ini,daripada ngobrol,tapi kalo anda semua tidur saya yang keluar"


Spoiler for 7:

"saya hanya ingin mengajar orang yang ingin belajar. Saya tidak butuh orang yang jenius.saya butuh orang yang mau kerja keras. Tidak ada orang yang jenius yang ada tuh orang yang kerjanya lebih keras"


Spoiler for 8:

"kalo lagi belajar ya belajar,,jgn mikirin liburan..
kalo lagi liburan,jgn bawa buku buat belajar"

*bener juga nih gan*


Spoiler for 9:

"Kalian jangan jadi pengecut. Contohnya lihat di jalan-jalan, banyak motor berseliweran kayak pembalap. Tapi pas di sirkuit nggak pernah ada yang bisa menang. Coba saja cari, kalau ada pembalap Indonesia yang juara di sirkuit inetrnasional, saya berhenti jadi dosen SEKARANG!"


Spoiler for Dr.rer.nat Umar Fauzi:


Spoiler for 1:

"Anda tuh sering sekali tidak tahu padahal sebenarnya tahu"


Spoiler for 2:

"orang indonesia itu harus bisa menyelesaikan permasalahannya sendiri,ngapain ngundang2 orang luar. Apa karena mereka bisa bahasa inggris?"



Spoiler for 3:

"jangan cuma jadi orang yang menuh-menuhin bumi aja"


Spoiler for 4:

"katanya tadi tidak ada yang ingin ditanyakan..berarti sudah tau..sekarang saya tanya, tidak ada yang tahu."


Spoiler for 5:

Sekarang tinggal memilih aja lulus dengan predikat Cumlaude, Summa Cumlaude, Memuaskan atau Tanpa Predikat (DO)?


Spoiler for 6:

"Setelah keluar ITB ini diharapkan anda bisa benar2 'megang' komputer dengan komputasi anda, gak cuman internet-an aja..kalo itu mah anak-anak juga bisa.."


Spoiler for 7:

"sama-sama makan, sama-sama punya waktu 24 jam, seharusnya kita bisa loh..bisa bersaing dengan orang luar negeri.."


Spoiler for Dr. Bobby Eka Gunara:


Spoiler for 1:

"Kita jgn suka memuji-muji org berlebihan, secara tdk langsung kita menghilangkan kesempatan kita utk lebih, sewajarnya saja"


Spoiler for 2:

"kalo mau ngenal suatu sistem, kasih impuls yang besar, liat dan pelajarin outputnya"




Spoiler for Dr. Enjang Jaenal Mustopa:


Spoiler for 1:

"makanya sering latihan, saya juga dulunya gak bisa"


Spoiler for 2:

"itu yg di bekang ngobrol aja,Perhatiin atuh!"
*kalo kuliah jangan ngobrol di belakang*


Spoiler for 3:

"Andika mah gak usah kuliah atau ngobrol di belakang gpp ya,udah pinter,udah A"
*jleb jleb jleb*


Spoiler for 4:

gimana ujiannya tadi ? Waktunya engga cukup yah ? Emang sengaja saya bikin kaya gitu, biar susah... "



Spoiler for Dr. Mikrajudin Abdullah:


Spoiler for 1:

"ada pertanyaan?"
*kelas baru dimulai,blom ngapa2in*


Spoiler for 2:

"saya kadang bingung.. kok bs ada mahasiswa yang mengulang mekanika ,TRK dll lebih dari 2 kali? padahal itu-itu aja yang dipelajarin dari tahun ke tahun,ga da yg berubah"


Spoiler for 3:

"kenapa sih mesti ada pelajaran TRK"
*yaelah dia yang ngajar malah nanya*..


Spoiler for 4:

"kenapa sih tidak ada yang mau bertanya ? Apa ujian nanti soalnya berupa jawaban, lalu kalian harus membuat pertanyaan berdasarkan jawaban itu ?? "
*ide bagus pak!*


Spoiler for 5:

"Jadikanlah keterbatasn sebagai ajang untuk inovatif dan kreatif"



Spoiler for Dr. Jusak Sali Kosasih:

"usaha tuh gaya kali jarak. jadi kalo kamu dorong sesuatu dan ga bergerak, berarti usahanya nol. berarti kamu gaya doang"



Spoiler for Dr. Eng. Khairurrijal:

"orang tua anda seperti sekarang karena siapa? kakek anda kan.. kalian seperti sekarang karena siapa? orang tua anda kan.. nah, nanti anak cucu kalian gimana kalo anda kayak begini?"


Spoiler for Dr. Alamta Singarimbun:


Spoiler for 1:

"ngerjain soal itu harus sampai selesai"
*yang ini bener gan..*


Spoiler for 2:

kalau membaca 'ln T' harus 'lon dari Te' ya ..."
*logis gan*









sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=8906521
read more

UJIAN SEKOLAH : guru terapkan di LUAR KELAS, supaya ANTI NYONTEK !

, by Unknown



This is how Chinese schools fight cheating on the final exams.

Kids just write their finals outside.





read more

MURID SD aja tau MANA GURU yang bikin semangat BELAJAR di SEKOLAH

, by Unknown



Kids are naturally drawn to science, especially if your teacher is as unique as this one.

First Graders’ Reading Partner Cause Controversy

Kids are naturally drawn to science, especially if your teacher is as unique as this one.

The former adult actress Sasha Grey participated in the Read Across America literacy program by reading to a first grade class at Emerson Elementary School in Compton, CA. However, when parents got wind of her participation the school attempted to deny she was ever there. The following photos make the school officials look a little silly. Grey released a statement saying she was “proud to have participated” and that “promoting education is an effort that is close to my heart.”








read more

● Jangan Biarkan Anak-Anak Dewasa Sebelum Waktunya!!! ●

, by Unknown

● Jangan Biarkan Anak-Anak Dewasa Sebelum Waktunya!!! ●


Saat ini banyak sekali acara tv yang menayangkan tontonan yang sebenarnya lebih tepat untuk orang dewasa. Namun pada kenyataannya, tontonan tersebut juga ditonton oleh anak-anak. Tidak hanya acara tv, internet dan lagu-lagu yang diputar baik di radio atau TV juga bukanlah tepat untuk dilihat dan didengar anak anak. Hal-hal ini bisa menyebabkan anak menjadi dewasa sebelum waktunya.


Lagu cinta misalnya merupakan lagu untuk orang dewasa. Banyak lagu cinta zaman sekarang yang berkesan cengeng, putus asa, dan terkadang mengandung kata-kata seperti “selingkuh”, “cinta dimadu”, dan sebagainya. Lirik dalam lagu cinta saat ini bisa membuat anak anak mengenal cinta pada lawan jenis sebelum waktunya.

Tidak dipungkiri bahwa lagu cinta berdampak pada aspek psikologis anak, membuatnya lebih cepat dewasa. Hal ini bukanlah hal yang baik karena seharusnya anak berproses dengan normal. Kedewasaan sebelum waktunya membuat anak anak tidak siap menghadapi masa-masa sulit nantinya misalnya masa putus cinta, masa ingin mencoba ini dan itu dengan pasangan. Tentunya akan sangat berbahaya jika anak terjebak dalam pergaulan bebas.


Saat ini, acara tv juga jarang yang mendidik. Acara tv lebih cenderung menayangkan kisah percintaan yang sarat dengan pertengkaran, konflik, dan balas dendam. Tidak hanya itu acara tv juga banyak yang mengandung kekerasan. Anak anak sebaiknya dihindarkan dari tontonan yang seperti itu. Anak anak cenderung polos dan cepat menangkap apa yang dilihat dan didengarnya. Dengan demikian, anak anak bisa meniru perbuatan seperti di acara tv.

Tak jarang kita melihat, anak anak yang pandai berbicara menirukan orang dewasa padahal tidak pernah diajarkan oleh keluarganya. Oleh sebab itu, pilihlah tontonan yang sesuai, jangan membuat anak menonton acara tv yang kita sukai. Bimbing anak selama menonton dan berikan sedikit pengarahan. Acara tv biasanya memuat symbol yang menerangkan bahwa acara ini cocok untuk anak anak atau tidak.

Media internet merupakan media yang bisa diakses secara bebas. Seusia anak anak pun bisa melihat hal-hal dewasa. Orang tua harus bisa melakukan tindakan preventif untuk mencegah anak lebih terjerumus dalam situs-situs orang dewasa. Berikan software pengaman pada komputer anak dan damping anak jika akan melihat dunia maya.


Lagu cinta, acara tv seperti sinetron, dan berita-berita memang berpeluang membuat anak dewasa sebelum waktunya. Mereka akan berada pada tahapan hidup yang sebenarnya mereka belum siap dan matang. Dalam ketidakstabilan emosi dan psikologis, anak anak itu bisa melakukan hal-hal yang kurang baik. Oleh sebab itu, bimbingan dan pendampingan orang tua sangat penting untuk memastikan anak mengalami proses pertumbuhan yang normal. Menjadi dewasa sebelum waktunya sebenarnya telah mencuri saat-saat bahagia seorang anak untuk bermain dan belajar.




sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11420660
read more

Anak yang Kurang Bermain, Banyak Timbulkan Masalah

, by Unknown


Bermain adalah salah satu keuntungan menjadi kanak-kanak. Tapi di era di mana orang tua makin khawatir dengan masa depan dan pendidikan anak-anaknya, waktu bermain anak-anak berkurang drastis dibandingkan beberapa puluh tahun lalu.

Kecenderungan ini memiliki berdampak serius bagi perkembangan anak-anak dan kesehatan mentalnya.



"Di tahun 1950-an, anak-anak bebas bermain. Jika anak-anak hanya tinggal di rumah saja, Ibunya akan mengatakan 'pergilah keluar dan bermain'. Tempat alami untuk anak-anak adalah berada di luar," kata Peter Gray, profesor penelitian psikologi di Boston College seperti dikutip dari Healthday, Jumat (23/9/2011).

"Saat ini yang terjadi justru sebaliknya, orang tua tidak mengizinkan anak-anak untuk bebas bermain. Bahkan jika anak-anak tetap melakukannya, tidak ada anak-anak lain di luar sana untuk diajak bermain. Atau ibu mungkin membatasi anak, seperti 'tidak boleh keluar dari halaman'. Padahal, anak-anak ingin bermain ke luar," lanjut Gray.

Ketika anak-anak diizinkan bermain, mereka membuat permainan, menegosiasikan aturan dan memastikan orang lain bermain adil. Semua itu membantunya mengajarkan bagaimana membuat keputusan, memecahkan masalah dan mengontrol diri sendiri.

Anak yang terlalu banyak memiliki ledakan emosional atau keras kepala memaksakan kehendak perlu mengubah perilakunya jika ingin tetap diterima dalam kelompok.

"Dengan permainan bebas, mereka memperoleh kompetensi dasar yang diperlukan untuk menjadi dewasa. Tetapi sejak pertengahan 1950-an, orang-orang dewasa ikut menentukan kegiatan anak-anaknya dengan mengorbankan kesehatan mental anak-anaknya," kata Gray, penulis dua studi yang diterbitkan baru-baru ini dalam American Journal of Play.

Penelitian menunjukkan anak-anak saat ini lebih mungkin mengalami kecemasan, depresi, perasaan tidak berdaya, dan narsisisme. Kesemuanya bertepatan dengan menurunnya aktifitas bermain dan meningkatnya pantauan orang tua dan pengaturan kegiatan anak-anak oleh orang tuanya.


"Untuk anak laki-laki, permainan yang kasar dan seringkali menyebabkan jatuh membantu mengajarkan regulasi emosi," kata Peter LaFreniere, profesor psikologi perkembangan di Universitas Maine.

"Anak laki-laki belajar bahwa jika mereka ingin menjaga temannya, mereka tidak boleh membiarkannya pergi terlalu jauh atau menyakiti anak-anak lainnya. Keterampilan ini akan membantu anak laki-laki tumbuh menjadi pria yang mampu mengontrol agresi dan kemarahannya," katanya.

Meskipun semakin banyak ahli yang menyuarakan pentingnya bermain terhadap kesehatan mental dan fisik anak-anak, namun jumlah waktu bermain anak-anak tetap menurun secara signifikan.

Gray mengutip salah satu survei dengan sampel orang tua yang mewakili nasional yang melacak kegiatan anak-anak pada tahun 1981 dan tahun 1997. Para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang berusia 6 sampai 8 tahun pada tahun 1997 bermain 25 persen lebih sedikit dibandingkan anak-anak pada tahun 1981.

Penelitian lain sekitar sepuluh tahun lalu meminta 830 orang ibu AS membandingkan waktu bermain anak-anak mereka dengan waktu bermain mereka sendiri ketika masih anak-anak. Sekitar 70 persen ibu melaporkan bahwa mereka sering bermain di luar ketika masih anak-anak. Namun hanya 31 persen yang mengatakan bahwa anak-anak mereka sendiri juga melakukan hal yang sama.
Jadi apakah yang menyebabkan anak-anak harus tetap di dalam rumah? Menurut survei, alasan terbesarnya adalah karena takut penculikan, diikuti oleh kekhawatiran anak-anak akan tertabrak mobil dan diganggu anak-anak nakal.



"Ketakutan mereka telah menciptakan orangtua yang terlalu protektif dan membesarkan anak-anak yang penakut dan tak mampu mengatasi naik turunnya kehidupan karena tidak punya pengalaman," kata Hara Estroff Marano, penulis buku 'A Nation of Wimps: The High Cost of Invasive Parenting' dari New York.

Suatu survei menemukan bahwa 89 persen anak-anak lebih suka bermain di luar dengan teman-teman daripada menonton TV.



"Orang tua harus ingat bahwa masa kanak-kanak hanya sekali, dan jangan biarkan anak-anak melewatkannya begitu saja. Bercampur dengan anak-anak lain dengan cara yang tak terkendali tak hanya menyenangkan tetapi juga merupakan sebagian dari rencana alam," kata LaFreniere.




sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10716158
read more

5 Cara Mudah Untuk Mengatasi Anak Pemalu

, by Unknown





Orangtua kerap merasa kebingungan untuk mengatasi anak mereka yang punya sifat pemalu. Jika selalu membantu sang anak untuk mengatasi rasa takut dan malu saat bertemu orang baru, Anda pasti khawatir akan perkembangan kehidupan sosialnya di masa depan. Selain itu, anak-anak juga akan selalu tergantung pada orangtuanya. Anak-anak pemalu cenderung membatasi pengalaman mereka, tidak mengambil risiko sosial yang diperlukan, dan hasilnya mereka tidak akan memperoleh kepercayaan diri dalam berbagai situasi sosial.

Namun, ada beberapa cara yang bisa dilakukan orangtua agar anak-anak merasa lebih nyaman dalam kelompok, yakni mempraktikkan keterampilan kompetensi sosial dan membuatnya tak menjadi anak pemalu.
1. Gunakan kontak mata.
Saat bicara dengan anak, biasakan untuk selalu menggunakan kontak mata langsung. Secara tak sadar, hal ini akan memperkuat rasa percaya diri anak. Adanya kontak mata saat menghadapi lawan bicara akan menimbulkan kepercayaan diri bagi seseorang. Namun, jika anak tak nyaman saat melakukan kontak mata, ajarkan dia untuk bicara sambil menatap hidung lawan bicaranya. Dengan beberapa kali latihan seperti ini, lama-kelamaan rasa percaya dirinya akan meningkat dan teknik ini tak lagi dibutuhkan.

2. Ajarkan percakapan pembuka dan penutup.
Buatlah sebuah daftar kalimat untuk membuka dan menutup percakapan untuk berbagai kelompok seperti, orang yang belum pernah ditemui, orang yang sudah dikenal, seorang teman baru, dan lainnya. Kemudian latihlah mereka untuk berbicara saling berhadapan dengan berbagai tipe lawan bicara yang mungkin ditemuinya. Melatih kemampuan dan keberanian secara langsung dengan lawan bicara akan jauh lebih berhasil untuk mengurangi rasa malu anak dibandingkan dengan pembicaraan di telepon.
3. Melatih dalam berbagai situasi sosial.
Jika kebetulan Anda menghadiri acara yang tidak terlalu formal dan diperbolehkan membawa anak, ajaklah dia dalam acara tersebut sekaligus melatihnya untuk menghilangkan rasa canggung dan malu. Siapkan anak untuk menghadapi acara tersebut dengan menjelaskan situasi yang kemungkinan akan terjadi, begitu juga mengenai orang yang akan mereka temui, sampai apa yang Anda harapkan dari si kecil. Hal ini bertujuan untuk membuatnya nyaman dan lebih mengenal situasi acara karena anak-anak akan lebih nyaman dan lebih berani ketika mereka sudah mengenal sebuah tempat dan acaranya terlebih dahulu. Kemudian bantu ia untuk berlatih saat bertemu orang baru, mengenal table manner, keterampilan percakapan, sampai mengucapkan selamat tinggal.
4. Berlatih dengan anak yang lebih muda.
Philip Zimbardo, psikolog yang kerap menangani masalah menghadapi rasa malu, merekomendasikan sebuah cara untuk mengatasi rasa malu pada anak-anak. Caranya dengan mengelompokkan anak pemalu dengan anak-anak yang usianya lebih muda. Secara tidak langsung mereka akan memulai percakapan dan secara naluri akan membuat mereka lebih percaya diri karena dia merasa lebih dewasa dan bisa melindungi adik-adiknya.
5. Gunakan metode "one on one".
Dr Fred Frankel, psikolog dari UCLA Social Skills Training Program, menyarankan, untuk mengatasi rasa malu pada anak, gunakan metode one on one sebagai cara untuk membangun kepercayaan sosial. Ini adalah suatu metode Anda mengundang seorang anak lain untuk bermain bersama anak Anda selama beberapa jam. Hal tersebut bertujuan agar mereka mengenal satu sama lain, dan melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan kemampuan berteman.





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=11335720
read more

[HOT] ketika sampah plastik diubah menjadi bahan bakar buatan pelajar INDONESIA

, by Unknown

Perusahaan Asing tengah melakukan rancangan pengolahan sampah di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim). Menurut rencana sampah itu akan diolah menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM) berupa bensin dan solar.



Kepala Dinas (Kadis) Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Samarinda, Marwansyah di Samarinda, menjelaskan, pemaparan sudah dilakukan oleh perusahaan itu, namun untuk perjanjian belum dilakukan karena saat ini masih dilakukan studi kelayakan.


"Jika dalam studi kelayakan ini ada kecocokan, dan Samarinda layak dibangun pabrik pengolah sampah menjadi BBM, maka selanjutnya dilakukan perjanjian kerja sama, atau MoU oleh kedua belah pihak," ujarnya, seperti yang dilansir tvOne, Kamis 1 Juli 2010.


Marwansyah mengatakan, saat ini produksi sampah yang dihasilkan dari penduduk Samarinda rata-rata 1.200 meter kubik perhari. Dari jenis itu, akan dipilah sampah kering dan sampah basah, karena yang bisa diolah menjadi BBM adalah sampah dari plastik.


Sampah plastik selama ini kerap menjadi masalah di sejumlah kota besar. Selain tak bisa terurai dan sulit dikelola, sampah jenis ini juga dapat mencemari tanah. Perlu waktu ratusan tahun untuk membuat sampah plastik terurai.


Kalaupun plastik bisa terurai, namun partikel-partikel plastik malah akan meracuni tanah. Sedangkan jika plastik dibakar, justru akan menghasilkan asap yang berbahaya bagi pernapasan manusia.


Di Korea, sampah plastik sudah diolah menjadi solar dan bensin. Untuk pengolahannya, dari 23 ton sampah plastik itu sudah bisa menghasilkan 30 ribu liter solar.


Cara yang ditempuh untuk menghasilkan BBM dari plastik adalah, sampah plastik diolah dan dipanaskan hingga suhu 450 derajat celcius. Cara memanaskan menggunakan alat bernama Recycle Oil Machine.


Dari hasil pemanasan tersebut didapatkan minyak berupa 60 persen solar dan 40 persen bensin. Bila digunakan untuk bahan bakar kendaraan jenis bensin, kualitas plastik olahan belum bagus. Namun kualitas solarnya jauh lebih baik. Bahkan di Korea sudah dipakai untuk kendaraan.


Menurut Marwansyah, pengolahan sampah plastik menjadi minyak adalah salah satu solusi yang baik di Kota Samarinda, pasalnya selama ini produksi sampah yang begitu besar menjadikan masalah tersendiri bagi lingkungan.


"Dari 1.200 sampah ternyata berpotensi menghasilkan sekitar 10 ribu liter BBM setelah dipilah. Potensi ini tentu membanggakan. Kami berharap agar rencana ini bisa terwujud sehingga masyarakat lokal juga bisa diberdayakan menjadi tenaga kerja," katanya lagi.


Spoiler for sampah plastik:



Spoiler for smk madiun:
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri Kimia, Madiun, Jawa Timur mengubah limbah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM). Hasil penguraian limbah plastik ini dikenal dengan minyak plastik.

Kepala SMKN 3 Madiun, Sulaksono Tavip Rijanto mengatakan, kualitas minyak plastik setingkat lebih tinggi dibanding minyak tanah. Namun masih di bawah bensin. Minyak plastik ini baru bisa digunakan untuk bahan bakar kompor dan lampu.


Menurut Sulaksono, penelitian soal minyak plastik ini dipicu keprihatinan akan menumpuknya limbah plastik di sekitar sekolah dan harga BBM yang terus merangkak naik.


“Kita tahu pasti bahwa asap itu mengandung racun. Asap dari plastik. Kita tidak terbuang sama sekali. Asap tidak keluar sama sekali. Justru dari asap itulah maka plastik bisa keluar cairannya itu. Embunnya itu. Jadi hasil penguapan itu akan jadi minyak,” papar Sulaksono.


Minyak plastik ini diolah melalui proses penyulingan dengan menggunakan alat sederhana berupa tabung gas 3 kilogram untuk membakar limbah plastik. Uap hasil pembakaran ditampung dalam tabung kaca. Hasil pengembunan itu menjadi minyak dan bisa digunakan untuk pengganti alternatif BBM yang ramah lingkungan.


Saat ini, muridmuris SMKN 3 Madiun terus melakukan penelitian untuk mengubah limbah plastik menjadi pengganti bensin.






sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=6805700
read more

7 Alasan Kuliah Bisa Lama Lulus

, by Unknown





1. Kuliah karena terpaksa

Melihat anaknya diwisuda adalah kebanggaan bagi setiap orang tua. Dari lubuk hati setiap orang tua pasti menginginkan anaknya menjadi seorang yang pintar dan sukses. Bahkan memaksa anaknya untuk kuliahpun bisa saja mereka lakukan. Berawal dari sebuah keterpaksaan inilah maka ketika sudah menjadi mahasiswa, dia enggan untuk serius dalam kuliah, apalagi pengen cepat-cepat diwisuda.

2. Salah jurusan

Kalah dalam persaingan SPMB/UM PTN/PTS yang memiliki jurusan-jurusan favorit, menyebabkan banyak mahasiswa memilih jurusan lain (yang tidak diminati) sebagai pelarian ketika tidak diterima. Tujuannya adalah agar mereka tetap bisa kuliah meski jurusan itu bukan yang diminati.



3. Terlalu menikmati kebebasan karena jauh dari ortu

Anak Mami kalau kita sering sebut, terkadang juga menjadi faktor kuliah lama. Rendahnya pengawasan dari orang tua (jauh dari ortu) terkadang kebebasan itu dimanfaatkan secara berlebihan. Kerjanya maen, pacaran, begadang tiap malam, nongkrong sana-sini dan lain-lainnya.

4. Sibuk mengikuti organisasi kemahasiswaan ataupun Ormas

Tingkat Intelegency Emotional (IE) yang lebih besar daripada IQ mendorong mahasiswa untuk lebih senang berorganisasi, bersosialisasi, bertukar pikiran dan melakukan kegiatan-kegiatan atau bergabung dengan Ormas daripada belajar. Kesibukannya itu terkadang menghabiskan uang, tenaga, pikiran dan juga waktu sehingga kuliah terabaikan dan bukan prioritas lagi.



5. Menekuni hobi secara berlebihan

Soft Skill yang dimiliki mahasiswa mendorong untuk menjadi hobi. Hobi kalau dilakukan secara wajar itu baik, tapi kalau berlebihan, pasti mengganggu kegiatan lainnya. Beberapa hobi seorang mahasiswa antara lain: ngegame, ngeband, billiard, Playstation, ngenet, Futsal, dll.

6. Bisa mendapatkan uang sendiri (kerja)

Kerja terkadang dibutuhkan bagi mahasiswa, terutama yang kurang mampu ataupun untuk menambah uang saku. Tetapi tidak sedikit pula dari mereka yang terlena dengan pekerjaannya itu. Alasannya simple, ujung akhir dari kuliah adalah mendapat gelar sarjana yang bisa digunakan sebagai sarana untuk mencari kerja sehingga menghasilkan uang. kalau kuliah saja sudah bisa punya uang sendiri, kenapa harus buru-buru lulus??? Makanya mereka lebih senang kerja daripada ngurusin kuliahnya.

7. Tidak adanya jaminan kerja setelah lulus

Tidak adanya jaminan inilah yang paling banyak membuat mereka lebih milih lama kuliah daripada lama nganggur. Prinsipnya : Rezeki itu sudah ada yang ngatur, dan kalau sudah rejeki, gak bakal kemana. Jadi, buat apa cepat-cepat lulus kalau ujung-ujungnya nganggur???? Yang sudah sarjana saja banyak yang nganggur kok.





sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7372183
read more

Pihak SMAN 6 Jakarta Lapor Balik Kelompok Wartawan

, by Unknown

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3BFS750WvHrJcv-X-oxJdymTH9S3k7eupK8TzaZMXiEYoMF9pj34Fn0Zvz3tzJAHZHu2pS03mNm_QmRX6FMyf96356c8UYO6tcJhocrJl0sfLRyUBnGXwPuvWP0UJv11PmIRXEAzrxQ/s1600/Hujan-bikin-ujian-di-SMA-6-jadi-adem_articleimage.jpg



ini sebab utama kenapa bentrokan pada hari tersebut bisa terjadi:
Quote:
Kericuhan Wartawan-Siswa SMA 6: Ada Guru BP Dilempar Mangkuk Kuah Soto
Senin, 19 September 2011 21:27 WIB

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sebuah blog milik salah satu siswa SMA 6 Jakarta, turut membuka tabir kericuhan wartawan-siswa SMA 6 Jakarta tadi siang. Dalam tulisan bertajuk Sulutan Api di Bumi Mahakam penulis blog bernama Indraswari Pangestu menuliskan kericuhan di sekolahnya dengan bahasa yang runtut, tanpa terpancing emosi.


Ia mencatat, kericuhan pertama muncul saat seorang okum wartawan memanjat tembok sekolah, dan mengancam siswa. Siswa yang hendak mengambil sepeda motornya, disorot kamera, dan sempat terjadi pemukulan.


setelah itu muncul beberapa kericuhan kecil lagi, tulisnya. "Kamera tertuju pada gerbang kami dan meliput kami semua. banyak dari para wartawan yang memprovokasi para guru. Caranya dengan bertanya dengan nada menjengkelkan dan terus menerus tentang "anak didik". "Bagaimana ini pak anak didiknya?", "Tolong itu anak didiknya diajarkan sopan santun!"."


Bahkan kabarnya, ia menuturkan, ada seorang guru BK dilemparkan mangkuk soto ayam oleh wartawan ketika ia berusaha melerai. "Tidak lama dari itu saya pulang ke rumah. Memantau kejadian melalui internet."


Melihat semua ini, tulisnya, Dengan mudahnya penghormatan saya terhadap wartawan hilang. "Saya kuburkan dalam-dalam fakta bahwa saya pernah ingin menjadi seorang wartawan. Bagai noda mereka terbuang."


Mungkin dalam hal ini, kedua pihak memang melakukan kesalahan. "Namun tidak seharusnya kesalahan tersebut ditindaklanjuti seperti ini. Kedua pihak adalah salah. Selesai," tulisnya menutup posting di blognya.
untuk juragan2 yang masih percaya dengan wartawan dari berbagai media yang menyudutkan SMA 6:
Warning!:
tidak pernah satupun guru kami mengajarkan untuk berkelahi. setiap kali terjadi tawuran beliau selalu ada di depan dan memaksa para siswa untuk kembali ke dalam sekolah. hanya guru sekolah kami yang berani kesana tidak pernah terlihat guru sekolah lain berani melakukan hal serupa. guru2 kami adalah guru yang mengajarkan kami budi pekerti baik. bagi saya guru adalah orang yang paling saya hargai setelah orang tua saya. bagi saya guru adalah orang tua yang memberikan ilmu yang akan selalu dipakai dalam hidup ini sama seperti orang tua juga mengajarkan hal sama. tidak pernah ada istilah mantan guru dalam hidup saya karena apa yang ia ajarkan tidak pernah hilang dalam hidup saya. apabila saya di sana mungkin saya juga akan melakukan hal sama seperti yang dilakukan gilang dkk.

anak mana yang rela kehormatan orang tuanya diinjak2 oleh orang lain? kecuali jika dia adalah anak yang durhaka
pertanyaan ini juga sama
murid mana yang rela gurunya disiram kuah soto oleh orang yang bilang "jangan ajarkan kami sopan santun"? apakah menyiram kuah soto kepada orang tua itu disebut sebagai sopan santun?

wartawan setiap kali ada kejadian tawuran antar sekolah mereka telah lebih dahulu standby dengan kemera sebelum tawuran itu berlangsung.
darimana mereka tahu bahwa akan terjadi tawuran padahal tawuran tersebut terjadi langsung begitu saja? tiba2 di sekolah ada yang langsung menyerang atau ada cek-cok sedikit langsung terjadi tawuran dan kamera sudah menyorot sebelumnya, dari mana mereka bisa tau?

jelas dari gerak-geriknya wartawan ini ketahuan bahwa tawuran antar sma itu bukanlah pristiwa kebetulan. ada orang dibalik layar yang merencanakan tawuran tersebut.


siapa? kenapa? untuk apa?

ane juga gk bisa jamin benar 100% jawaban ini adalah jawaban yang tepat karena tidak tau nama2 dibalik kasus2 tawuran yang terjadi di jakarta. dulu ane ikut perkumpulan antar Rohis SMA. dia punya mata2 yang tau gerak gerik temannya yang ikut tawuran. ternyata memang benar kejadian itu bukan hal kebetulan semata. ada oknum dibalik tawuran pelajar di sekolah2 di jakarta termasuk SMA sy. kata temen2 ane tersebut tujuannya untuk menghancurkan moral para pelajar sehingga citra mereka buruk di mata umum. tapi menurut analisis sy mungkin perkataan teman2 sy benar, tapi apakah semata-mata tujuannya hanya untuk menghancurkan moral pelajar? apa untungnya bagi mereka?

menurut analisis sy dan sejumlah guru di sekolah jawaban yg lebih tepat adalah mereka ingin menduduki tanah yang sekarang ditempati sebagai sekolah. SMA 6 merupakan sekolah yang paling strategis dibanding sekolah2 lain yang menyerangnya. apabila SMA 6 digusur ke tempat lain, maka akan banyak developer menawarkan berapapun harga tanah itu akan mereka beli dan di jadikan sebagai tempat perbelanjaan yang besar. letaknya yang sangat strategis dekat dengan terminal bus blok m, pemberhentian bus DAMRI, dan disamping kejaksaan, itulah yang membuat kenapa para oknum yang ingin mengambil alih lahan ini dengan membuat kekacauan. lahan ini paling diminati dibanding dengan sekolah lainnya, itulah kenapa pemberitaan dimanapun dibanding jika ada sekolah lain pasti sekolah ini selalu dijadikan kambing hitam agar SMA 6 bisa terusir dari tempat yang duduki sekarang.


sy penah suatu hari jalan pulang dari sekolah melihat banyak guru di perempatan mahakam-bulungan. tenyata pada hari itu hampir saja terjadi tawuran antara SMA 6 dengan 70. akhirnya tawuran itu tidak terjadi karena guru2 kami SMA 6 sudah lebih dulu ada di depan dan menarik mundur anak2nya. anehnya meskipun tawuran itu gagal terjadi mobil Metro TV tetap stanby disana. saya berpikir ternyata wartawan sudah terlebih dahulu ada di tempat ini meskipun tawuran itu tidak terjadi??? @.@a?


sy senang dengan berita ini

Quote:
Selasa, 20 September 2011 08:41 WIB

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Lima orang wartawan yang menjadi korban dalam bentrokan yang terjadi pada Senin (19/9) lalu, melaporkan pihak SMAN 6 Jakarta kepada Polres Jakarta Selatan. Pihak SMAN 6 Jakarta pun tidak mau kalah karena rencananya mereka akan melaporkan balik kelompok wartawan pada Selasa (20/9) ini.


"Laporannya diwakili oleh guru. Mereka akan membuat laporan resmi," kata Kapolres Jaksel, Kombes Imam Sugianto.


Imam menambahkan pihak sekolah akan melaporkan dugaan pemukulan siswa SMA N 6 Jakarta oleh wartawan dalam demonstrasi yang berakhir ricuh di depan sekolah tersebut. Pihak sekolah juga telah mengidentifikasi korban luka-luka dari siswa sebanyak tujuh orang akibat bentrokan itu.


Ia berjanji pihaknya akan bertindak secara proporsional dalam menangani kasus bentrokan antara pelajar dengan wartawan ini. Pihaknya juga akan mengusut kasus kericuhan itu tanpa pilih kasih dengan tim khusus yang dibentuknya.


"Siapapun yang salah melanggar hukum, kita akan tindak," jelasnya.


Korban dari kelompok wartawan sendiri lebih dari lima orang. Namun, dari kelompok wartawan hanya dilaporkan dengan lima korban yang menderita luka-luka cukup serius. Sedangkan, korban lainnya menderita luka lebam dan shock.


Sebelumnya, sejumlah wartawan mendatangi SMA Negeri 6 Jakarta untuk memprotes aksi anarkistis yang diduga dilakukan oleh 20 pelajar sekolah tersebut terhadap juru kamera Trans 7. Mereka menuntut agar ke-20 pelajar dan pihak sekolah tersebut meminta maaf kepada wartawan atas tindakan pengeroyokan yang dilakukan pada Jumat (16/9) malam.


Namun di tengah-tengah aksi tersebut, terjadi dua kali bentrokan yaitu pada pukul 11.30 WIB dan pukul 14.30 WIB. Pada bentrokan terakhir, kelompok wartawan yang saat itu berjumlah sekitar 20 orang dikepung siswa SMAN 6 Jakarta yang berjumlah lebih dari 300 orang. Selain korban luka, mobil dan motor wartawan dirusak. Itu termasuk motor dari tukang ojek yang kerap mencari penumpang di sekitar Jalan Mahakam dan Bulungan.
pasti di bawah akan banyak yang bilang bahwa ini HOAX. kalo juragan tidak percaya silahkan cek sendiri kebenaran dari yang ane tulis ini. tanyakan saja ke pedagang2 yang sering mangkal di permpatan bulungan. tanyakan apakah wartawan lebih dulu datang dibandingkan dengan terjadinya tawuran. kalo ragu ane jabanin di bulungan asal jangan buat nyari gara2, kalo nyari gara2 mending di kantor polisi aja

saya lebih suka berdamai dari pada terjadi keributan semacam ini. karena hal ini terus berlanjut, sy setuju jika masalah ini di bawa ke meja hijau agar bisa diadili dengan adil (semoga kagak ada permainan lagi di belakangnya)


kita juga harus terus berdoa untuk pendidikan yang lebih baik dan bermoral


Amin




sumber :http://www.kaskus.us/showthread.php?t=10599159
read more

SDN Malaka Jaya 06 Rusak Berat

, by Unknown


SDN Malaka Jaya 06, Jl Bunga Rampai VII, Duren Sawit, Jakarta Timur rusak berat dengan kondisi atap ruang kelas ambrol. Meski sejumlah pejabat DKI Jakarta telah berkunjung ke sekolah tersebut, namun hingga kini bangunan sekolah tersebut belum juga diprenovasi.

SDN Malaka Jaya 06 Rusak Berat

Kondisi gedung sekolah SDN Malaka Jaya 06, Jl Bunga Rampai VII, Duren Sawit, Jakarta Timur sangat memprihatinkan. Atap sekolah tersebut tinggal menunggu waktu untuk roboh.

SDN Malaka Jaya 06 Rusak Berat

Tampak sebagian atap sekolah telah turun dan tinggal menunggu robohnya.

SDN Malaka Jaya 06 Rusak Berat

Lobang di atap sekolah terdapat di mana-mana.

SDN Malaka Jaya 06 Rusak Berat

Agar tidak roboh, gedung sekolah ditunjang dengan balok.

SDN Malaka Jaya 06 Rusak Berat

Ruangan beratap ambrol tersebut kini ditinggal pemakainya.

SDN Malaka Jaya 06 Rusak Berat

Sebanyak 29 murid kelas 6A yang menempati ruang beratap ambrol itu kini mengungsi belajar di musala berukuran 5x6 meter.






sumber :http://foto.detik.com/readfoto/2011/09/19/131156/1725366/157/1/sdn-malaka-jaya-06-rusak-berat?p993302red
read more

Wartawan Bentrok dengan Siswa SMA 6

, by Unknown


Aksi protes 50-an wartawan di SMA 6 Jakarta ricuh lagi. Wartawan bentrok dengan ratusan anak SMA 6, Senin (19/9).

Wartawan Bentrok dengan Siswa SMA 6

Kericuhan pun semakin menjadi saat ada seorang anak SMA yang ditemukan bersimbah darah di depan SMA 6, Bulungan, Jakarta, Senin (19/9/2011). Egir Rivki/detikcom.

Wartawan Bentrok dengan Siswa SMA 6

Polisi pun sempat mengeluarkan 3 kali tembakan peringatan. Namun, tembakan peringatan tersebut tak digubris kedua pihak. Egir Rivki/detikcom.


Wartawan Bentrok dengan Siswa SMA 6

Sebuah mobil terkena lemparan batu akibat tawuran tersebut. Egir Rivki/detikcom.




sumber :http://foto.detik.com/readfoto/2011/09/19/155924/1725704/157/1/wartawan-bentrok-dengan-siswa-sma-6
read more